Cloud Computing

  • Nama : Rahmat Dani S
  • Kelas : TR53 ( selasa 18.30 )
  • no wa : 082344227719
  • ig : @rahmatdanisyw
  • telegram : @kopikapalair
  • facebook : @danisyw

Sejarah dan Penjelasan Cloud Computing

Cloud computing merupakan sebuah sistem penyimpanan data yang mulai banyak dipakai oleh perusahaan atau organisasi karena dianggap mampu memberikan kemudahan serta beragam manfaat seperti efisiensi secara ekonomi dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya.

Lalu, bagaimanakah sebenarnya sejarah cloud computing itu sendiri? Sebelum mulai membahas mengenai sejarah cloud computing, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai apakah sebenarnya arti dari sistem cloud computing itu sendiri.

Pengertian Cloud Computing

Cloud Computing atau yang sering juga disebut dengan komputasi awan adalah beberapa teknologi computer yang digabung (komputasi) di suatu jaringan dan menjadikan internet sebagai basisnya. Hal ini memiliki beberapa fungsi seperti menjalankan aplikasi dan program dengan menggunakan beberapa computer yang memiliki koneksi yang sama dengan waktu yang bersamaan.

Namun satu yang perlu Anda ingat bahwa tidak semua computer yang terkoneksi menggunakan layanan cloud computing. Dengan kata lain kita bisa menganggap bahwa teknologi Cloud Computing ini menjadikan internet sebagai pusat dari server dan akan digunakan untuk mengelola data dan aplikasi dari pengguna. Dalam penggunaan teknologi ini, pengguna tidak perlu melakukan proses instalasi dan memungkinkan pengguna untuk melakukan akses data pribadi menggunakan internet dengan computer mereka sendiri.

Sejarah Cloud Computing

Cloud computing sendiri sebenarnya merupakan hasil dari evolusi yang berlangsung secara bertahap. Sebelum cloud computing mulai booming seperti sekarang ini, terlebih dahulu terjadi beberapa fenomena seperti virtualisasi, grid computing, ASP / application service provision dan juga Software as a service atau yang lebih dikenal pula dengan sebutan SaaS. Sebenarnya, pada tahun 60 an pun sudah mulai muncul konsep yang menyatukan beberapa sumber computing dengan menggunakan jaringan yang bersifat global.

Pada saat itu, sistem seperti ini disebut dengan “Intergalactic Computer Network”. Sistem ini diciptakan oleh J.C.R. Licklider yang kemudian menjadi penanggung jawab atas pembangunan Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET) tepatnya pada tahun 1969. Licklider memiliki sebuah cita-cita dimana ia ingin setiap orang di dunia ini mampu terhubung satu sama lain dan mampu mengakses data serta program dari berbagai sistus dan dari berbagai tempat.

3 Model Cloud Computing

1. Software As Service (SaaS)

SaaS merupakan layanan cloud computing berupa perangkat lunak (software) di mana user bisa langsung menggunakannya tanpa harus tahu teknis penyimpanan dan pengolahan datanya. Dalam layanan ini, user adalah raja. Artinya, user hanya tahu layanannya bisa digunakan dan berjalan dengan baik. Kemudahan lain SaaS ini adalah user tidak perlu mengunduh aplikasi untuk menjalankan layanannya, contohnya penggunaan Google Spredsheet, Gmail, Gdoc, Yahoo Mail, Facebook, dan sebagainya.

2. Platform as Service (PaaS)

PaaS merupakan layanan cloud computing berupa platform siap pakai. Artinya, user bisa menyewa platform tersebut untuk keperluan pembuatan aplikasi atau sejenisnya. Platform yang disewa user sudah dilengkapi dengan sistem operasi, database engine, network, dan sebagainya. Salah satu penyedia PaaS ini adalah IBM Bluemix. Keuntungan user dalam menggunakan layanan ini adalah tidak diperlukan adanya pemeliharaan sistem karena seluruh pemeliharaan menjadi tanggung jawab penyedia.

3. Infrastucture as Service (IaaS)

Iaas merupakan layanan cloud computing berupa infrastruktur IT yang siap digunakan. Di dalamnya sudah mencakup CPU, penyimpanan, RAM, bandwith, dan konfigurasi lain sesuai permintaan user. IaaS ini dapat dianalogikan sebagai suatu komputer virtual yang belum terisi apapun. Sebagai user, Anda berhak mengisi komputer virtual tersebut sesuai keinginan, mulai sistem operasi, aplikasi, dan kebutuhan lainnya. Keuntungan pemakaian IaaS ini adalah user tidak perlu lagi membeli komputer fisik dan konfigurasi komputernya bisa diatur sesuai kebutuhan. Penyedia IaaS yang umum dikenal adalah Amazon EC2, Windows Azure, TelkomCloud, dan BizNetCloud.

4 Model Penyebaran

Ada 4 (empat) model penyebaran (deployment) dalam komputasi awan: (1) public cloud, (2) private cloud, (3) hybrid cloud, dan (4) community cloud. Public cloud penggunaannya hampir sama dengan shared hosting, di mana dalam 1 (satu) server ada banyak pengguna. Private cloud hanya ada 1 (satu) pengguna dalam server. Hybrid cloud dapat digunakan untuk public atau private cloud. Sedangkan community cloud dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa perusahaan yang memiliki kesamaan kepentingan (Ulum, 2015, blog.wowrack.co.id). Model penyebaran komputasi awan kadang sering disebut sebagai cloud storage.

Komputasi awan menjawab masalah dan tantangan IT. Sebut saja di antaranya adalah masalah tingginya anggaran investasi IT dan rencana pemulihan bencana (Disaster Recovery Plan, DRP) sebagai bagian dari business continuity. Kedua masalah tersebut dapat terjawab dengan baik oleh komputasi awan. Masalah lainnya, seperti tingginya tuntutan kebutuhan perusahaan, dapat terjawab dengan baik oleh komputasi awan dengan cara ketangkasan dalam pengembangan (seagate.com).

Beberapa pertimbangan utama sebelum beralih ke komputasi awan: (1) ketersediaan dan kecepatan internet, (2) kontrak jaminan tingkat pelayanan (Service Level Agreement, SLA), (3) komitmen/kesungguhan pelayanan penyedia jasa, (4) pengalaman penyedia jasa (khususnya di bidang komputasi awan), (5) on demand self service, (6) komputer server down, (7) keamanan dan privasi, (8) lokasi data dan yurisdiksi/ketetapan hukum, (9) backup data dan DRP, dan (10) biaya yang akan dikeluarkan.

Dengan adanya komputasi awan, jumlah komputer beserta sejumlah perangkat infrastruktur yang melekat dapat dihilangkan/dikurangi secara signifikan. Pergeseran tren perusahaan dalam membeli serta memelihara server dan aplikasi on-premise yang mahal, bergerak menuju ke bentuk metode penyewaan IT, sesuai dengan kebutuhan (cloudindonesia.com).

IT bukan merupakan pemberi kontribusi terbesar dalam pertambahan panas di Bumi. Tapi dengan menerapkan Green IT, salah satunya menerapkan komputasi awan, maka akan memberikan kontribusi positif dalam rangka mengurangi dampak negatif dari pemanasan global. Aktivitas cetak-mencetak kertas dapat dihindari. Komputasi awan mendukung Green IT, khususnya dalam hal efisiensi energi (karena penghilangan komputer beserta perangkatnya) dan paperless.

Arsitektur Cloud Computing

Arsitektur cloud computing dapat dibedakan kedalam 4 (empat) lapisan, yaitu: lapisan perangkat keras (hardware), infrastruktur, platform, dan aplikasi, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar berikut

Berdasarkan Gambar diatas, lapisan paling bawah adalah lapisan perangkat keras. Lapisan ini bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya fisik dari cloud. Lapisan ini terdiri dari perangkat fisik seperti serverrouterswitchpower, dan sistem pendingin. Secara fisik, lapisan ini sering dikelompokkan sebagai pusat data (data center). Lapisan selanjutnya adalah lapisan infrastruktur. 

Lapisan infrastruktur dikenal dengan lapisan virtualisasi dan bertanggung jawab untuk membentuk media yang terdiri dari media penyimpanan (storage) dan sumber daya komputasi yang terpartisi dari sumber daya fisiknya.

Lapisan berikutnya adalah lapisan platform. Lapisan ini terdiri dari sistem operasi dan kerangka aplikasi. Lapisan ini bertanggung jawab untuk meminimalisasi beban penyebaran aplikasi secara langsung ke dalam wadah mesin virtual. Tingkatan tertinggi dari hirarki arsitektur cloud computing adalah lapisan aplikasi. Lapisan ini terdiri dari aplikasi aktual dari cloud dimana jenis layanannya secara langsung dapat dikirimkan atau digunakan oleh pengguna akhir. Secara umum jenis delivery service yang disampaikan melalui lapisan ini disebut sebagai Software as a Service (SaaS). Bila dibandingkan dengan lingkungan layanan tradisional, seperti dedicated server farms atau server clusters, arsitektur cloud computing lebih modular. Setiap lapisan memiliki sistem loosely-coupled antara lapisan di atas dengan yang di bawah.

Tinggalkan komentar